HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ankara Baksos banjir Bansos Batam Belawan Binjai Budaya BUMN/BUMD Daerah DAIRI Dirlantas Ekonomi Gelar OPS Giat Ops Hari Pers Nasional Headline Hut Bhayangkara Internasional Jakarta Kairo kasat lantas Binjai Kebakaran Hutan Kepolisian Kepri Kepri kepulauan Seribu Kesehatan Kriminal Laeikan longsor Mapolres Medan Narkotika Nasional Olahraga Opini PAKPAK BHARAT Pancur Batu Pelantikan gubernur Kepri Pelantikan Gubernur Riau Pembunuhan Pemerasan Pemusnahan KTP penanggulangan Covid-19 penanggulangan covid-19 Seligi 2020 Pendidikan Penemuan Ular Piton Raksasa Pesta Adat PLN lakukan Pemutusan Kabel TV yang memakai Pasilitas PLN Polda Kepri Politik & Hukum Polres Enrekang Rilis Pelaksanaan Tugas Polda Kepri Ahir Tahun 2020 Samsat Medan Utara Satlantas Sergai Sertijab SINGKIL Stabat SUBULUSSALAM Sumut Takalar Tanjung Balai Tebing Tinggi Teknologi Tersengat Arus listrik Tegangan Tinggi TNI-Polri Gelar Apel Operasi Lilin

Daerah

Kriminal

Header Ads

ad

Tiga Oknum Satpol PP Batam Kasus Rampas Uang Pengemis Di Tetapkan Jadi Tersangka

 Pewarta: Jani Budi Darmo









Batam, Prospeknews.co.id -  perampasan uang pengemis  yang dilakukan oleh 3 oknum satpol PP Kota Batam yang viral di Sosial Media yakni berinisial S, Rs dan A kini telah di tetapkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) menjadi status tersangka.

“Jadi tersangka dalam kasus ini ada tiga berinisial(S, RS dan A), sementara tiga lagi wajib lapor,” ujar Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol ArieDharmanto, Rabu, 21/10/20.

Ia menyebut, tersangka berinisial S lah yang mengajak rekannya untuk mengambil uang para pengemis tersebut. Untuk diketahui S berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Sedangkan dua diantaranya masih berstatus honor yakni R dan A.

“S ini yang mengajak melakukan hal tersebut, yang paling sering melakukan mengambil uang para pengemis ini,” papar Arie.

Atas perbuatannya para tersangka ini diganjar dengan pasal 368 KUHPidana.

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun,” tutupnya.(Jbd)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *