HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Baksos Bansos Batam Belawan Budaya BUMN/BUMD Daerah DAIRI Dirlantas Ekonomi Gelar OPS Giat Ops Headline Hut Bhayangkara Internasional Kairo Kesehatan Kriminal Laeikan Mapolres Medan Nasional Olahraga Opini PAKPAK BHARAT Pemerasan Pendidikan Penemuan Ular Piton Raksasa Politik & Hukum Samsat Medan Utara Satlantas Sergai SINGKIL SUBULUSSALAM Sumut Tanjung Balai Tebing Tinggi Teknologi Tersengat Arus listrik Tegangan Tinggi

Daerah

Kriminal

Header Ads

ad

Sosialisasi Pembahasan Lahan Tanah Ulayat Ujung Batu Bersama Raja Huristak XII

 Pewarta : Jurianto Bintang




Padang Lawas Utara, Prospeknews -pembahasan lahan tanah Ulayat ujung bersama paduka yang mulia Raja HURISTAK ke XII TONDI UTAMA HASIBUAN,BA,MH.di adakan di aula cafe hotel mitra gunung tua Sabtu (26/09/2020).pukul 19.00 malam.

Acara ini di hadiri tokoh adat yang mulia Janton Daulay,jabatan menteri dalam negeri, ketua adat ujung batu Hamdani Hasibuan, wan Harahap, Nasiruddin Harahap kadus Pardomuan,Dyani mayowati,(Bunda) kordinator lapangan,Dul gopar,Abdul hakim Nasution, Rusdi Siahaan,Barumun Hasibuan,Gamal Hasibuan,Torkis Daulay,pakih Muhammad,Tagor Hasibuan, jurianto Bintang, Sailan. 

Menurut Raja HURISTAK XII bahwa tanah adat ini punya masyarakat kebetulan alas haknya di HURISTAK di dokumen kami ujung batu yang memberi nama raja HURISTAK II (dua) waktu perang siak prajurit siak Buang batu di ujung batu dia meminta bunga pasir ke raja HURISTAK II di kasi pasir beneran sekitaran tahun 1720 waktu di kasi nama ujung batu julu dan ujung batu jehe belum di buat barulah perang kerajaan HURISTAK dengan sutan siak kebetulan sutan siak kalah makanya batak tidak bisa lagi di masuki siak pada saat itu siak menguasai sutan Deli Serdang asahan dll.

Tahun 1720 Belanda belum masuk, Belanda baru masuk Tapanuli tahun 1825 ini jaman raja HURISTAK ke VI enam Belanda masih gestuit peralihan dari Ali umar ke sutan palaon baru di tentukan titik kerajaan, yaitu, HURISTAK, Ujung batu, simangambat.pada saat perang siak tahun 1720 peralihan Sutan palaon ke tanah kesatuan Barumun baru ada administrasi surat- surat tanah ini.seperti pajak tanah, daftar kebun kebanyakan dulu kebun kapas, kopi',palawija.kebun kebun di sana HURISTAK, Simangambat,dan ujung batu memang ada pajaknya,surat surat pepohonan juga ada dokumen kayu bahwa dari dulu itu UDAH KITA NANAM KAYUNYA.seiring berjalan nya waktu barulah muncul Dinas kehutanan tahun 1978 setelah muncul Dinas kehutanan mulailah ada per masalahan karena perusahaan menganggap hutan itu hutan negara.



Raja HURISTAK XII menyampaikan bahwa dokumen historis keberadaan alas hak tanah adat jaman Belanda ada pada beliau.Gejolak yang di rasakan masyarakat saat ini adalah kepada pihak perusahaan SRL ( SINAR RIANG LESTARI) yang berlaku semena-mena kepada kami dan sedang mencari solusinya seperti permasalahan di HURISTAK coba bayangkan yang sudah punya SHM masih tetap di doser sebenarnya waktu itu kita sudah dapat solusinya mengusir perusahaan SRL asal perda kita di keluarkan setelah perda di keluarkan barulah bisa Dinas kehutanan mencabut ijin konsesi,perda tergantung kepada GUBERNUR DAN DPRD.pada saat lalu AMAR pernah menggugat dinas kehutanan dan mengeluarkan SK.35." BAHWA TANAH ADAT BUKAN TANAH NEGARA." tegas raja HURISTAK XII.

Di sesi lain ketua adat ujung batu Hamdani Hasibuan mengisahkan Hasibuan huristak dan Hasibuan ujung batu bersaudara dan beliau juga menegaskan thn 2018 kami dari berbagai masyarakat berinisiatif kembali mengelola atau mempertahankan tanah Ulayat yang berada di penghujung wilayah perbatasan Rokan hilir Riau yang di sebut Sumatra bagian timur sebelah Utara berbatasan dengan kerajaan sutan kota pinang.dua tahun yang lalu masyarakat sudah menduduki atau membuka lahan secara bersama sama walaupun dengan bersusah payah seperti mendirikan tempat tinggal yang belum layak huni.rumah yang sudah berdiri sebanyak 35 rumah akan tetapi masih banyak penghalang atau intimidasi yang di lakukan karyawan PT SRL seperti menakut nakuti masyarakat bahkan sampai melaporkan kepada pihak kepolisian.kejahatan yang tidak pernah kami lakukan ungkap Hamdani.

Kesepakatan tiga Luhut adat ujung batu, Simangambat dan HURISTAK hendaknya menjadikan kekuatan perjuangan tanah kami ,dan harapan kami kepada pemangku kerajaan HURISTAK XII Membantu kami bila ada nantinya gangguan dari pihak pihak lain termasuk perusahaan SRL.. tutupnya.(PN/JB)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *