HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Baksos Bansos Belawan Budaya BUMN/BUMD Daerah DAIRI Dirlantas Ekonomi Gelar OPS Giat Ops Headline Hut Bhayangkara Internasional Kairo Kesehatan Kriminal Laeikan Mapolres Medan Nasional Olahraga Opini PAKPAK BHARAT Pendidikan Penemuan Ular Piton Raksasa Politik & Hukum Samsat Medan Utara Satlantas Sergai SINGKIL SUBULUSSALAM Sumut Tanjung Balai Tebing Tinggi Teknologi Tersengat Arus listrik Tegangan Tinggi

Daerah

Kriminal

Header Ads

ad

Tepco Jepang pertimbangkan ancaman tsunami pada PLTN Fukushima



Tokyo ,Prospeknews - Perusahaan induk utilitas listrik Jepang, Tokyo Electric Power Company (Tepco), mempertimbangkan laporan pemerintah yang menyoroti kemungkinan ancaman tsunami lainnya melanda stasiun nuklir Fukushima yang hancur milik perusahaan itu. 

Tepco pada Rabu menyampaikan bahwa pihaknya sedang berusaha membersihkan situs pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi miliknya yang dilanda gempa bumi dan tsunami besar-besaran pada 2011.

Upaya pembersihan situs PLTN Fukushima Daiichi itu diperkirakan akan berlangsung selama beberapa dekade terakhir karena Tepco berupaya membangun pertahanan PLTN untuk menghadapi bencana lainnya.

Proyeksi terbaru pemerintah Jepang menunjukkan bahwa tembok laut setinggi 11 meter yang direncanakan oleh para insinyur Tepco dapat kewalahan jika harus menahan gelombang tsunami yang lebih tinggi dari 20 meter yang disebabkan oleh gempa berkekuatan 9 skala Richter (SR) atau lebih, kata stasiun televisi NHK.

"Tepco akan memeriksa proyeksi terbaru dari pemerintah dan menganalisis dampaknya pada tindakan pencegahan berkelanjutan yang telah diambil perusahaan untuk menghadapi tsunami," kata seorang juru bicara Tepco kepada Reuters melalui telepon.

Gempa bumi yang melanda pantai timur Jepang pada Maret 2011 memiliki kekuatan 9 SR hingga memicu tsunami yang menyebabkan kehancuran tiga reaktor nuklir di Fukushima, tempat Tepco terus berjuang untuk menahan pelepasan bahan radioaktif.

Sumber       : Reuters
Dikutip dari : Antara news

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *