HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Belawan Budaya BUMN/BUMD Daerah dprd Ekonomi headline hukum Internasional kabupaten Tapanuli Utara Kesehatan kota pematangsiantar Kriminal labuhan batu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Hukum Redaksi Sergai simalungun Tebing Tinggi Teknologi

Daerah

Kriminal

Header Ads

ad

Indikasi Korupsi Reses DPRD Berbuntut Periksaan Pihak Kejaksaan Pada "35 Lurah dan Camat Sekota Tebing Tinggi”




Tebing Tinggi, Prospek News

Pemeriksaan dugaan korupsi Reses DPRD Kota Tebing Tinggi tahun 2017 ternyata menjadi hangat diberitakan pihak media massa sebab beberapa masyarakat Tebing Tinggi mulai gerah dengan kinerja oknum DPRD selama beberapa tahun menjabat sebagai wakil rakyat.

Permasalahan itu mulai menghangat di beberapa pemberitaan mass media mulai tahun 2016 lalu dan akhirnya ditahun 2017 ini barulah bisa diungkap pihak kejaksaan Negeri Kota tebing Tinggi. Dugaan korupsi itu terkuak saat beberapa awak media melakukan konfirmasi pada pihak kejaksaan yang menyebutkan bahwa ada indikasi kerugian keuangan daerah dalam pelaksanaan kegiatan reses dibeberapa kelurahan di Kota Tebing Tinggi.

Pernyataan ini juga dikomentari kelopok kecil pemerhati masyarakat Tebing “TRIO PABSI” yang juga sebagai Ketua Hipakad, menyatakan ikut mendukung pihak kejaksaan Negeri Kota tebing tinggi agar serius melakukan pemeriksaan dan menetapkan tersangka yang diduga mengakibatkan kerugian keuangan daerah atas pelaksanaan kegiatan Dana Reses DPRD Kota Tebing Tinggi. Dimana pihak Kejaksaan diduga akan melakukan pemeriksaan 35 Oknum Lurah dan 5 Oknum Camat sekota Tebing Tinggi.

Komentar itu juga disampaikan oleh pemerhati masyarakat “Sahat Tambunan”, menilai bahwa pemeriksaan yang dilakukan pihak kejaksaan itu diduga untuk pengumpulan berkas dan keterangan (pulbaket) untuk mengetahui bukti pelaksanaan lokasi kegiatan reses, jumlah kehadiran warga saat kegiatan reses, pengeluaran belanja dana reses, SK Sekwan buat Kordinator pendamping Reses DPRD dan SK Ketua DPRD ditahun 2017.

“Sahat Tambunan” juga menambahkan bahwa indikasi korupsi DPRD Kota Tebing Tinggi itu diduga sudah terjadi mulai tahun 2014 s/d tahun 2017, dimana data temuan mengungkap bahwa penggunaan dana perjalanan Dinas DPRD diduga menemukan permasalahan mengenai “harga tiket pesawat diduga lebih tinggi dari harga tiket yang terdaftar pada manifest maskapai penerbangan, tiket keberangkatan / kepulangan diduga tidak terdaftar pada data manifest maskapai, tiket dan boarding pass keberangkatan / kepulangan penumpang diduga tidak terdaftar dalam laporan manifest perusahaan maskapai, perbedaan nama penumpang pada bukti pertanggungjawaban tiket dengan nama yang tertera pada portal e-audit atas perjalana Dinas luar kota itu”.

Fakta ini merupakan bukti tambahan disamping adanya dugaan korupsi kegiatan Reses DPRD Kota Tebing Tinggi mulai tahun 2014 s/d tahun 2017 yang sempat terpendam tanpa diketahui banyak publik. Momen dugaan korupsi itu juga sempat diperiksa oleh pihak Polres Tebing Tinggi tentang “Menado Gate” tentang kunjungan kerja Oknum DPRD Tebing Tinggi yang terindikasi masalah tetapi permasalahan ini diduga membeku, hingga sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. (Tim/JOC)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *