HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ankara Baksos banjir Bansos Batam Belawan Binjai Budaya BUMN/BUMD Daerah DAIRI Dirlantas Ekonomi Gelar OPS Giat Ops Hari Pers Nasional Headline Hut Bhayangkara Internasional Jakarta Kairo kasat lantas Binjai Kebakaran Hutan Kepolisian Kepri Kepri kepulauan Seribu Kesehatan Kriminal Laeikan longsor Mapolres Medan Narkotika Nasional Olahraga Opini PAKPAK BHARAT Pancur Batu Pelantikan gubernur Kepri Pelantikan Gubernur Riau Pembunuhan Pemerasan Pemusnahan KTP penanggulangan Covid-19 penanggulangan covid-19 Seligi 2020 Pendidikan Penemuan Ular Piton Raksasa Pesta Adat PLN lakukan Pemutusan Kabel TV yang memakai Pasilitas PLN Politik & Hukum Polres Enrekang Rilis Pelaksanaan Tugas Polda Kepri Ahir Tahun 2020 Samsat Medan Utara Satlantas Sergai Sertijab SINGKIL Stabat SUBULUSSALAM Sumut Takalar Tanjung Balai Tebing Tinggi Teknologi Tersengat Arus listrik Tegangan Tinggi TNI-Polri Gelar Apel Operasi Lilin

Daerah

Kriminal

Header Ads

ad

Terkiat SDN 101816 Komisi D : “Akan Kita Kordinasikan Sesama Komisi Untuk RDP”


DELI SERDANG ( Prospek News )

Persoalan di SDN 101816 Desa Tengah Kecamatan Pancur Batu bukan hanya kondisi gedung yang memprihatinkan meskipun dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikucurkan setiap tahunnya sebesar Rp 700 ribu per murid untuk 400 murid. Namun disiplin tenaga pendidik apalagi berstatus PNS yang tidak masuk sejak 9 April 2018 karena program bayi tabung tapi tetap mendapat gaji penuh. Indiaksi diskriminasi pun tercium pada sekolah yang dipimpin Helen Nainggolan SPd sebagai Kepala Sekolah itu. Indikasi itu karena guru berstatus PNS tetap mendapat gaji meskipun tidak masuk. Padahal gaji yang dietrima guru yang bersangkutan adalah uang negara.
Selain itu, beberapa guru disana sudah mengajukan protes kepada kepala sekolah kenapa Ersa Oktafiani SPd yang tidak masuk karena program bayi tabung tapi tetap mendapat gaji penuh dari negara. Pembelakukan khusus kepada Ersa yang tidak masuk karena program bayi tabung juga kedepannya bakal menjadi polemik bagi duani pendidikan di Deli Serdang. Pasalnya, jika Ersa Oktafiani SPd bisa mendapat gaji penuh tanpa pernah masuk karena program bayi tabung, berarti membuka peluang bagi guru yang hamil di Deli Serdang juga bisa tidak masuk hingga berbulan-bulan. Hal ini menjadi perhatian Komisi D DPRD Deli Serdang.

          Sebagai Komisi yang membidangi Pendidikan, para wakil rakyat yang duduk di Komisi D DPRD Deli Serdang akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala Sekolah SDN 101816 dan Dinas Pendidikan Deli Serdang. Hal itu dibenarkan Ketua Komisi D DPRD Deli Serdang. Hal itu dibenarkan Ketua Komisi D Darwis Batubara ketiak dikonfirmasi, wartawan Komisi D untuk menggelar RDP,” jawabnya. (kbl)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *