HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Baksos Bansos Belawan Budaya BUMN/BUMD Daerah DAIRI Dirlantas Ekonomi Gelar OPS Giat Ops Headline Hut Bhayangkara Internasional Kairo Kesehatan Kriminal Laeikan Mapolres Medan Nasional Olahraga Opini PAKPAK BHARAT Pendidikan Penemuan Ular Piton Raksasa Politik & Hukum Samsat Medan Utara Satlantas Sergai SINGKIL SUBULUSSALAM Sumut Tanjung Balai Tebing Tinggi Teknologi Tersengat Arus listrik Tegangan Tinggi

Daerah

Kriminal

Header Ads

ad

Walikota Hadiri Deklarasi Tolak Politik Uang




Tebing Tinggi, Prospeknews
Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan menghadiri deklarasi Tolak dan Lawan Politik uang serta Politisasi SARA yang diselenggarakan Panwaslih beserta para pimpinan Parpol peserta Pemilu, Rabu, di Anjungan Sri Mersing Lapangan Merdeka. 
Dalam kesempatan itu Umar menyampaikan apresiasi kepada Panwaslih yang merupakan perpanjangan tangan dari Bawaslu, karena setiap penyelenggaraan Pemilu isu-isu Politik uang dan politisasi SARA selalu menjadi topik.
"Jika hal ini terus menerus terjadi maka bangsa kita tidak akan pernah maju dan senantiasa akan terbelenggu kemerdekaannya dan tidak akan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa di dunia," katanya.
Menurut dia bangsa ini merdeka lewat suatu perjuangan yang luar biasa semua komponen bangsa yang mempersatukannya,tidak membedakan-bedakan SARA, yang pintar atau bodoh,kaya maupun miskin, semua berjuang untuk kemerdekaan RI.
Dan betapa naifnya jika masih terus berkutat pada masalah politik uang dan politisasi SARA, berarti bangsa ini mundur dari tahun 1928, apalagi hal tersebut sampai membawa perpecahan sesama anak bangsa, sungguh ironis.
Untuk itu bangsa ini harus mempunyai komitmen mempunyai pandangan serta memiliki kesatuan sikap yang seharusnya menolak secara tegas politik uang dan politisasi SARA tersebut, katanya.
Pemilihan Umum dalam sebuah bangsa adalah merupakan sarana untuk berdemokrasi karena adanya kedaulatan rakyat, namun harus diingat bahwa persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa harus tetap dipegang teguh.
"Jangan gara-gara Pemilihan Umum bangsa dijual atau digadaikan serta dipertaruhkan Partai boleh saja berbeda-beda, baju bisa beda warnanya, demikian pula pilihan juga boleh beda-beda, tetapi bukan dijadikan konflik yang berkepanjangan," katanya. (TM)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *