HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Baksos Bansos Belawan Budaya BUMN/BUMD Daerah DAIRI Dirlantas Ekonomi Gelar OPS Giat Ops Headline Hut Bhayangkara Internasional Kairo Kesehatan Kriminal Laeikan Mapolres Medan Nasional Olahraga Opini PAKPAK BHARAT Pendidikan Penemuan Ular Piton Raksasa Politik & Hukum Samsat Medan Utara Satlantas Sergai SINGKIL SUBULUSSALAM Sumut Tanjung Balai Tebing Tinggi Teknologi Tersengat Arus listrik Tegangan Tinggi

Daerah

Kriminal

Header Ads

ad

Kedatangan Kejari Deli Serdang Hebohkan Pantai Labu Dikira Penyelidikan ADD Ternyata Meluruskan Penggunaan ADD

Deliserdang ( Prospek News )

Warga Desa Denai Kuala Kecamatan Pantai Labu dikejutkan dengan kehadiran empat jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang, Kamis (7/12) sore sekira pukul 18.00 Wib. Kehadiran aparat penegak hukum dan bertemu aparat desa di Pantai Muara Indah Kecamatan Pantai Labu ini dikirain akan memeriksa alokasi dana desa (ADD) Desa Denai Kuala. Ternyata kehadiran pihak Kejari Lubuk Pakam untuk meluruskan penggunaan ADD
          Informasi dihimpun, empat aparat penegak hukum dari Kejari Deli Serdang tiba di Pantai Muara Indah dan aparat desa. Warga sempat bingung mengapa pertemuan dilakukan di Pantai Muara Indah dan bukan dikantor desa. Kecurigaan pun muncul jika aparat desa diperiksa terkait dana ADD. Namun kecurigaan itu mentah karena kehadiran Kejari Deli Serdang itu merupakan tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D)
          Kajari Deli Serdang A. Maryono SH ketika dikonfirmasi wartawan awalnya agak bingung mendengar kehadiran pihak Kejari Deli Serdang ke Desa Denai Kuala. Untuk memastikannya, A Maryono SH menelefon seksi pidana khusus dan intelijen. Dan ternyata yang dating benat dari Kejari Deli Serdang dipimpin Kasi Intelijen. “Kita bukan melakukan penyelidikan, tapi yang datang TP4D atas permintaan Kepala Desa yang mengundang,” sebut Maryono
          Dikatakannya, kehadiran TP4D untuk meluruskan penggunaan ADD dan jika sudah diminta untuk diluruskan penggunaannya tapi tetap juga ada indikasi penyimpangan maka Kejari Deli Serdang baru melakukan penyelidikan. “Soal waktu dan tempatnya ditentukan dan disesuaikan kapan ada waktu Kepala Desa dan TP4D. pembangunan di desa yang bersumber dari ADD tidak boleh diberikan kepada pihak ketiga harus memberdayakan potensi masyarakat desa,” pungkasnya
          Sementara Kepala Desa Denai Kuala Suwardi ketika dikonfirmasi wartawan menyatakan tidak ada pemeriksaan soal ADD tapi hanya pembinaan dan pengarahan menggunakan ADD sesuai peruntukannya dan pentumjuk pengunaannya agar tidak salah serta datang diluar jam dinas. “Tidak ada pemeriksaan hanya silaturami saja,” jawabnya. ( Hs )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *