HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ankara Baksos banjir Bansos Batam Belawan Binjai Budaya BUMN/BUMD Daerah DAIRI Dirlantas Ekonomi Gelar OPS Giat Ops Hari Pers Nasional Headline Hut Bhayangkara Internasional Jakarta Kairo kasat lantas Binjai Kebakaran Hutan Kepolisian Kepri Kepri kepulauan Seribu Kesehatan Kriminal Laeikan longsor Mapolres Medan Narkotika Nasional Olahraga Opini PAKPAK BHARAT Pancur Batu Pelantikan gubernur Kepri Pelantikan Gubernur Riau Pembunuhan Pemerasan Pemusnahan KTP penanggulangan Covid-19 penanggulangan covid-19 Seligi 2020 Pendidikan Penemuan Ular Piton Raksasa Pesta Adat PLN lakukan Pemutusan Kabel TV yang memakai Pasilitas PLN Polda Kepri Politik & Hukum Polres Enrekang Rilis Pelaksanaan Tugas Polda Kepri Ahir Tahun 2020 Samsat Medan Utara Satlantas Sergai Sertijab SINGKIL Stabat SUBULUSSALAM Sumut Takalar Tanjung Balai Tebing Tinggi Teknologi Tersengat Arus listrik Tegangan Tinggi TNI-Polri Gelar Apel Operasi Lilin

Daerah

Kriminal

Header Ads

ad

Ditahan Di Malaysia Sembilan Nelayan Dipulangkan

Kualanamu (Prospek News )

Sembilan nelayan asal Sumatera Utara  yang telah selesai menjalani tahanan Polisi Diraja Malaysia karena dituduh melewati batas perairan saat melaut  kedua negara tiba Bandara Kualanamu dengan pesawat  Sriwijaya Air pada Rabu (13/12) sekira pukul 11.45 Wib.

Sembilan nelayan yang dipulangkan tersebut yaitu Ismail, M.Amin, Muslim, Sahrul, Aidil Fadli semuanya warga Medan.Adi Syahputra warga Medan Belawan, Armin warga  Medan Labuhan, Parningotan warga Percut Sei Tuan dan Yahya warga Desa Dolok Utara  Kecamatan Dolok.Informasi diperoleh,  pemulangan ini hasil kerjasama Malaysia dengan KJRI Penang  serta PSDKP Belawan dan unsur terkait yang ada di Sumatera Utara.
Petugas penyidik Dirjen Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan, Monang Harahap kepada wartawan sebenarnya ada  13 orang  nelayan yang akan dipulangkan, namun karena empat orang lagi ada kendala teknis  maka dibatalkan kepulanganya.
Sejauh ini menurutnya, masih ada sekitar 30 orang lagi nelayan yang tertahan di Malaysia dengan kasus yang sama. “Pemerintah dalam waktu dekat terus berupaya sehingga kesemuanya dapat dipulangkan ke tanah air," kata Monang Harahap.
Ditanya masih terus terjadinya penangkapan terhadap nelayan, menurutnya faktor utama karena nelayan kita saat ini saat melaut tidak memiliki alat yang lengkap termasuk JPS sehingga para nelayan tidak mengetahui dimana batas dan akhirnya mereka melewati batas. “Oleh karena itu sebelum melaut hendaknya nelayan membawa  perlengkapan lengkap termasuk JPS sehingga mengetahui batas laut kedua negara. Dan rata-rata mereka yang ditangkap  ketika didaerah perairan Selat Malaka," ujarnya.(Hs)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *