HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ankara Baksos banjir Bansos Batam Belawan Binjai Budaya BUMN/BUMD Daerah DAIRI Dirlantas Ekonomi Gelar OPS Giat Ops Headline Hut Bhayangkara Internasional Jakarta Kairo kasat lantas Binjai Kepri kepulauan Seribu Kesehatan Kriminal Laeikan longsor Mapolres Medan Narkotika Nasional Olahraga Opini PAKPAK BHARAT Pancur Batu Pembunuhan Pemerasan penanggulangan Covid-19 penanggulangan covid-19 Seligi 2020 Pendidikan Penemuan Ular Piton Raksasa Pesta Adat Politik & Hukum Rilis Pelaksanaan Tugas Polda Kepri Ahir Tahun 2020 Samsat Medan Utara Satlantas Sergai Sertijab SINGKIL Stabat SUBULUSSALAM Sumut Tanjung Balai Tebing Tinggi Teknologi Tersengat Arus listrik Tegangan Tinggi TNI-Polri Gelar Apel Operasi Lilin

Daerah

Kriminal

Header Ads

ad
Pembunuhan Sartini di Langkat Terungkap, Tersangka Sakit hati Dinasehati Korban

By On Januari 24, 2021

 


LIADI, pelaku pembunuhan Sartini di Dusun Sei Ruan, Desa Beruam, Kecamatan Kuala ditembak polisi















Stabat,Prospeknews.co.id - Setelah 11 hari, pembunuhan sadis terhadap wanita paruh baya, Sartini (56) warga Dusun Sei Ruan, Desa Beruam, Kecamatan Kuala pada (11/1/2021) silam terungkap.

Pelaku tunggal pembunuhan adalah Liadi alias Yoyok alias Sugiono (35) warga Dusun Pasar IV, Desa Sido Makmur, Kecamatan Kuala. 

Pelaku selama 11 hari berpindah-pindah tempat tinggal, sebelum akhirnya ditangkap Unit Reskrim Polres Langkat pada Jumat (22/1/2021). Pelariannya kandas saat bersembunyi di ladang milik Nasken Suranta Bukit, di Dusun Sugihen Kelurahan Ujung Sampun, Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Tanah Karo.

Kasat Reskrim Polres Langkat, Iptu Muhammad Said Husen mengatakan pengungkapan ini berkat kerjasama Tim Gabungan Jatanras Polda Sumut dan Opsnal Unit Pidum Polres Langkat. Katanya pihaknya juga dibantu oleh anggota Polres Tanah Karo untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan

"Motifnya sakit hati berujung dendam. Tersangka juga melakukan karena faktor ekonomi dan mencoba mengambil barang berharga milik korban," kata Kasat Reskrim Polres Langkat, Minggu (24/1/2020). 

Dilansir dari Tribun-Medan.com Minggu, (24-01-2021),KanitPidum Polres Langkat, Iptu Bram menerangkan, sebelum kejadian pembunuhan sadis dilatarbelakangi sakit hati, pelaku dinasehati oleh korban. Pelaku dendam karena berulang kali dinasehati agar hidupnya berubah lebih baik. 

"Pelaku itu sakit hati karena terus-menerus dinasehati, tapi dia tidak terima. Nggak ada kata-kata kasar atau menghina. Korban nasihati supaya pelaku hidupnya berubah lebih baik, apalagi sudah punya anak, supaya bekerja tidak pengangguran. Tapi pelaku tidak terima. Selain itu ada motif menguasai barang berharga korban," ungkapnya. 

Kini, tersangka telah diamankan di Polres Langkat guna penyelidikan lebih lanjut. Tersangka dibawa dari Tanah Karo ke Polres Langkat dalam keadaan lumpuh pascakakinya ditembak oleh petugas saat hendak kabur melarikan diri. 

Sebelumnya, Sartini ditemukan tewas di rumahnya di Dusun Sei Ruan, Desa Beruam, Kecamatan Kuala, pada Senin (11/1/2021) sekira pukul 07.00 WIB. Di usia paruh bayanya, Sartini hidup seorang diri di kediamannya. 

Kasusnya terkuak setelah pelapor Kinepen Sitepu mendapat informasi via handphone dari saksi Tarman bahwa Sartini telah meninggal dunia di dalam rumahnya. Sontak Kinepen mendatangi rumah korban, dan melihat kondisi pintu samping rumah telah rusak dan melihat Sartini terbaring kaku tidak bernyawa. 

Tragisnya, jenazah Sartini ditemukan dengan luka di tangan kiri korban, luka sayat di leher, luka sayat di kepala sebelah kiri, hingga alat pembunuhan berupa parang menancap di sekitar alat vital korban.

Selain itu, hasil olah TKP ditemukan barang bukti berupa satu unit senter warna putih, pecahan batu batako, satu pucuk senapan angin, dua batang kayu bercak darah panjang kurang lebih 52 centimeter, satu batang bambu panjang kurang lebih 1,2 meter, satu besi bulat panjang 1,5 meter, dan pakaian korban.(PN/Ab)


Moon Jae-in sampaikan duka cita kepada keluarga korban SJ 182

By On Januari 13, 2021

 


Jakarta,Prospeknews - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh ke perairan di Kepulauan Seribu minggu lalu.

Ungkapan belasungkawa itu diberikan Presiden Moon ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebagaimana disiarkan oleh Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

“Kami berdoa dengan sepenuh hati demi lancarnya upaya pencarian dan penyelidikan di lapangan. Korea akan senantiasa bersama Indonesia," sebut Presiden Moon sebagaimana dikutip dari siaran tertulis yang sama.

Presiden Moon memastikan Korea Selatan akan siap membantu proses pencarian puing-puing pesawat serta jasad penumpang SJ 182 yang saat ini dilakukan bersama-sama oleh Angkatan Laut, Kepolisian, Badan SAR Nasional, dan lembaga lainnya.

Terkait itu, dua hari setelah kejadian Korsel mengirimkan kapal riset ARA untuk membantu pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan di Indonesia. Kapal riset itu dioperasikan oleh Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC), kata pihak kedutaan.

MTCRC merupakan pusat penelitian dan pelatihan yang dibentuk oleh Indonesia dan Korea Selatan melalui kerja sama yang disepakati oleh dua negara pada September 2018.

Kantor perwakilan Korsel di Jakarta itu menerangkan bantuan berupa kapal riset dan alat deteksi bawah laut diberikan setelah adanya permintaan darurat yang diajukan oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Safri Burhanuddin, Sabtu (9/1), tidak lama setelah pesawat terkonfirmasi jatuh ke laut.Melansir dari Antaranews Rabu (11-01-2021).

Kapal riset ARA, yang bobotnya mencapai 12 ton, telah berlayar di perairan Indonesia sejak 2020 untuk keperluan riset. Kapal itu didatangkan ke Indonesia oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan.

Beberapa program riset yang dilakukan ARA, di antaranya survei awal kawasan pesisir Cirebon, Jawa Barat, yang dibiayai oleh Bantuan Dana Pembangunan Luar Negeri Korsel (ODA) senilai lima miliar won (sekitar Rp64,01 miliar).

Tidak hanya mengerahkan kapal riset dan alat deteksi bawah laut, MTCRC juga menurunkan 15 tenaga ahli, termasuk Kepala MTCRC Park Hansan ke lokasi pencarian di perairan Kepulauan Seribu.(Ant)


Kotak Hitam Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Berhasil Ditemukan

By On Januari 12, 2021

 


Tangkap layar YouTube Kompas TV
Kotak Hitam (Black Box) Sriwijaya Air SJ182 ditemukan. 

Kepulauan Seribu,Prospeknews.co.id - Tim dari Dinas Penyelamatan Bawah Air Komando Armada RI (Dislambair) berhasil menemukan kotak hitam (black box) pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di kawasan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021)

Lalu dikutip dari Kompas TV Live, Selasa (12/1/2021), penemuan black box ini tentunya menjadi kabar baik untuk pengungkapan insiden jatuhnya SJ182.
Black Box ditemukan oleh Tim dari Dinas Penyelamatan Bawah Air Komando Armada RI (Dislambair), dan berhasil diangkat ke KRI Rigel.Dan menurut pantauan awak media, kotak hitam tersebut tengah dibawa menuju ke Posko Utama JICT 2, Tanjung Priok.
Kotak Hitam ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB.

Dan diketahui proses pencarian tersebut telah dilakukan sejak pagi hari oleh Tim Dislambair.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor SJ182 penerbangan Jakarta - Pontianak hilang kontak, Sabtu (9/1/2021).
Menurut pesan data yang ditujukan kepada Direktur Navigasi Penerbangan, pesawat tersebut sempat di ketinggian 11.000 kaki.

Kepada Yth. Pak Dirnavpen
Dengan hormat disampaikan laporan awal lost contact pesawat Sriwijaya dg data2 sbb :
Callsign : SJY182
Type : B737-500
Reg: PKCLC
Route : WIII-WIOO
Last contact :11 Nm north CGK pd pukul 07.40 UTC ketinggian passing 11.000ft on climb to 13.000ft.(Ant)

Dikutip dari : Tribunnews










Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *